| Sebuah Pengalaman dari Jerman |
|
|
|
Nama yayasan ini tampaknya belum terdengar akrab di telinga sebagian besar civitas akademika UIN/IAIN, termasuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, padahal Yayasan yang bermarkas di Jerman ini telah berpuluh-puluh tahun menyediakan beasiswa postdoctoral bagi para peneliti muda yang telah menyelesaikan pendidikan jenjang S3-nya dalam berbagai bidang keilmuan, termasuk Islamic studies, dengan nilai beasiswa yang tergolong memadai,tergantung dari kapasitas dan senioritas sang peneliti. Sebetulnya, sejumlah peneliti yang menjadi Humboldtian (sebutan bagi research fellow) ini tidak hanya di kalangan UIN/IAIN saja. Secara keseluruhan pun hingga saat ini hanya tercatat sekitar 24 saja orang Indonesia yang pernah melakukan riset mandiri tersebut. Selama dua tahun, Oman, yang juga peneliti PPIM UIN Jakarta tersebut melakukan penelitian filologis atas manuskrip Islam yang berjudul Ithāf al-Dhakī bi-Sharh al-Tuhfah al-Mursalah ilā Rūh al- Nabī, sebuah karya tasawuf berbahasa Arab oleh seorang ulama Kurdi di Madinah, Ibr āhīm al-Kūrānī. Oman berkeyakinan bahwa pengalaman riset bagi para peneliti UIN/IAIN sangatlah penting untuk menumbuhkan tradisi riset itu sendiri di Kampus masing-masing, khususnya di UIN Jakarta yang sedang dalam perjalanan menuju Research University. Tentu riset itu bisa dilakukan di mana saja, tergantung disiplin ilmunya, The Alexander von Humboldt Stiftung di Jerman hanyalah salah satu Yayasan yang memfasilitasi aktivitas penelitian tersebut. Visit http:// www.humboldt-foundation.de for website journey.
|